PENGARUH
STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP PENINGKATAN EFEKTIVITAS KERJA PADA PT
TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk MEDAN
Disusun
Oleh:
Devi
Luthfiana 021114169
Kelas :
6D-Manajemen
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
PAKUAN
2017
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Organisasi meupakan alat atau sarana
untuk pencapaian tujuan yang merupakan wadah kegiatan dari
sekelompok atau kumpulan orang yang bekerja sama dan berusaha untuk
mencapai tujuan mereka bersama. Organisasi atau perusahaan harus
mampu mengeloladan mengatur manajemennya agar dapat bersaing dan bertahan
pada era yang serba kompetitif sehingga dapat tumbuh dan berkembang
sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan baik yang bergerak
dibidang produksi, jasa maupun industri, pada umumnya memiliki
tujuan untuk memperoleh keuntungan. Agar dapat mencapai tujuan itu,
perusahaan memerlukan sistem manajemen efektif yang akan menunjang
jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus dan tingkat
efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan.
Pada umumnya perusahaan memiliki
beberapa bagian, yakni bagian sumber daya manusia, bagian pemasaran,
bagian produksi, bagian keuangan, dan bagian administrasi. Tiap-tiap
bagian tersebut melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi saling
berhubungan satu sama lain.Tingkat kegiatan yang
dilaksanakan perusahaan akan mengalami perubahan dari suatu periode
ke periode berikutnya.
Adanya perubahan tersebut mengharuskan manajemen
mengadakan koordinasi dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah
yang merupakan alat komunikasi antar bagian yaitu struktur
organisasi.
Struktur organisasi
disadari sangat penting peranannya dalam meningkatkan efektivitas kerja,
sehingga penulis tertarik untuk memilih judul struktur organisasi dan
efektivitas kerja sebagai objek pembahasan dalam makalah ini. Sedangkan alasan
memilih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan atau sering disebut dengan PT
Telkom sebagai perusahaan yang akan diteliti adalah bahwa perusahaan tersebut
merupakan sebuah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan
jaringan telekomunikasi.
Perusahaan tersebut
selalu menekankan motto agar karyawan memberikan pelayanan terbaik atau
kualitas jasa yang terbaik kepada setiap pengunjung yang mempunyai karakter
yang berbeda-beda. Perusahaan ini sudah berkembang cukup lama dan tetap mampu
bertahan serta bersaing dengan perusahaan informasi dan komunikasi lainnya.
Pimpinan perusahaan PT
Telkom Medan biasanya mengubah struktur organisasi berdasarkan perubahan bentuk
dan kepemilikan organisasi tersebut setiap periodenya sesuai dengan perubahan
kebutuhan organisasi demi mengurangi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan tugas
atau pekerjaan di perusahaan serta menjaga keefektifan aktivitas di perusahaan
Struktur organisasi disadari sangat
penting peranannya dalam meningkatkan efektivitas kerja, karena
dalam struktur organisasi tersebut terdapat fungsi ataupun pembagian
tugas, departementalisasi,dan koordinasi. Pembagian tugas yang
tepat lebih berpeluang dalam menghasilkan keefektifitasan kerja
karena pembagian tugas itu lebih mengoptimalkan penggunaan sumber
daya perusahaan, selain itu pembagian tugas juga mengurangi tingkat
kesalahan dan penumpukan beberapa pekerjaan.
1.2.Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di
atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
- Apa pengertian dari organisasi dan struktur organisasi?
- Bagaimana bentuk-bentuk struktur organisasi?
- Bagaimana pengaruh struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan?
1.3.Tujuan
- Untuk mengetahui apa pengertian dari organisasi dan struktur organisasi
- Untuk mengetahui bentuk-bentuk struktur organisasi.
- Untuk mengetahui pengaruh struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT Telekomunikasi Inodonesia Tbk Medan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.Definisi
Struktur Organisasi dan Efektivitas Kerja
2.1.1.Definisi Struktur Organisasi
2.1.1.1.Definisi Organisasi
Menurut Robbins (1996) organisasi adalah suatu kesatuan sosial yang
dikoordinasikan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja
atas dasar relatif untuk mencapai suatu tujuan bersama atau tujuan organisasi
atau perusahaan. Snow & Hrebiniak menyebutkan bahwa organisasi adalah
sekelompok dua atau lebih orang yang bekerja secara kooperatif ke arah tujuan
umum untuk mengatur tujuan. Singkatnya, organisasi adalah sekelompok orang yang
bekerja sama untuk mencapai tujuan yang tidak bisa dicapai apabila bekerja
secara sendiri atau individu. Sedangkan menurut Martinelli, organisasi dapat
didefinisikan sebagai suatu bagian interaksi, terstruktur dan pengambilan
keputusan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan
atau susunan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan untuk mencapai
tujuan tertentu: kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai
tujuan bersama.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa
organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama dengan memiliki sebuah
struktur untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan kelompok.
2.1.1.2.Definisi Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian
serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan.
Mintzberg mengatakan bahwa struktur organisasi menunjukkan bagaimana orang
terorganisir atau bagaimana pekerjaan mereka dibagi dan dikoordinasi.
Menurut Robbins & Coulter (2007), struktur organisasi dapat diartikan
sebagai kerangka kerja formal organisasi, yang dengan kerangka kerja tersebut,
tugas-tugas dalam organisasi itu dapat dibagi-bagi, dikoordinasikan dan
dikelompok-kelompokkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan
organisasi. Adapun struktur organisasi yang baik yaitu struktur organisasi yang
mempu menciptakan keserasian dan keharmonisan kerja sehingga proses dalam
mencapai tujuan organisasi tersebut dapat dengan mudah atau dengan kata lain
tidak sulit untuk dicapai. Struktur organisasi juga merupakan suatu sistem yang
harus dilaksanakan oleh manajer untuk menggerakan aktivitas organisasi agar
dapat mencapai tujuan organisasi. Selain itu, sebuah stuktur organisasi juga
perlu dievaluasi untuk mengetahui konsistensi dalam pelaksanakan kegiatan
organisasi yang efektif dan efisien.
Menurut Gomez-Mejia dkk (2004), struktur organisasi merupakan hubungan yang
bersifat formal maupun informal antar anggota dalam suatu organisasi. Sedangkan
menurut Thompson & Strickland (1993), berpendapat bahwa struktur organisasi
yang tepat bagi perusahaan sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur
organisasi merupakan suatu susunan pembagian kerja atau tugas dalam suatu
organisasi agar kegiatan operasional organisasi atau perusahaan dapat
terorganisir, terkontrol dan terkoordinasi. Adapun struktur organisasi yang
tepat itu struktur organisasi yang sesuai dengan strategi bisnis yang ada atau
yang dipilih.
2.1.2.Definisi
Efektivitas Kerja
Efektivitas kerja merupakan suatu masalah yang
kompleks. Ada banyak pengertian tentang efektivitas kerja, akan tetapi ciri
yang sama dari berbagai pengertian yang diberikan yaitu menyangkut keberhasilan
suatu kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi.
Menurut Corrado (2004:135), efektivitas kerja adalah
fungsi dari peraturan-peraturan dan praktik-praktik yang digunakan perusahaan
dengan konsisten. Bentuk-bentuk konsistensi ini sebagai sumber kekuatan
organisasi dan sebagai cara untuk memperbaiki kinerja dan efektivitas
organisasi.
Menurut Pabundu (2006:16), efektivitas kerja adalah
suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam
mencapai tujuan manajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien.
Siagian (2002:151) mengatakan bahwa efektivitas kerja adalah penyelesaian
pekerjaan tepat waktu yang telah ditentukan, artinya pelaksanaan suatu
pekerjaan dinilai Universitas Sumatera Utara baik atau tidak sangat tergantung
pada penyelesaian tugas tersebut, bagaimana cara melaksanakan dan berapa biaya
yang dikeluarkan untuk itu.
2.2.Bentuk-bentuk
Struktur Organisasi
Setelah mengetahui pengertian
organisasi dan struktur organisasi, lalu bagaimana bentuk-bentuk dari struktur
organisasi. Secara umum bentuk atau macam dari struktur organisasi itu ada enam
macam yaitu bentuk garis atau lini, staff, lini dan staff, komite, matriks dan
fungsional.
Dari keenam macam atau bentuk
struktur organisasi di atas, semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Selain itu keenamnya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.
2.2.1.Struktur
Organisasi Lini atau Garis
Struktur organisasi lini atau garis merupakan struktur organisasi yang
dapat disebut struktur organisasi paling sederhana, karena bentuk struktur
organisasi ini hanya memiliki garus komando vertikal dari tingkat paling atas
melalui tingkat menengah lalu sampai ke tingkat bawah, sehingga hubungannya pun
hanya terbatas antara atasan dengan bawahan. Struktur organisasi lini pun hanya
memiliki posisi-posisi lini atau garis, tidak ada posisi staff yang tersedia.
Seiring perkembangan zaman dan semakin kompleksnya di sunia bisnis saat ini,
struktur organisasi macam ini sudah jarang ditemui di perusahaan-perusahaan
yang besar dan menengah. Struktur organisasi jenis lini atau garis ini hanya
dapat ditemui atau dijumpai di perusahaan-perusahaan kecil atau
perusahaan-perusahaan yangbaru saja dirintis. Adapun contoh dari bentuk
struktur organisasi lini atau garis adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi lini
atau garis adalah sebagai berikut:
1. Pusat
komando berada di satu oarang, yaitu pimpinan
2. Disiplin
kerja mudah diawasi dan dipertahankan oleh pimpinan karena jumlah karyawannya
relatif masih sedikit
3. Memiliki
rasa tanggungjawab yang besar karena garis komandonya langsung dari pimpinan
4. Memiliki
rasa solidaritas yang tinggi sesama anggota karena satu sama lainnya saling
mengenal
5. Tersedianya
kesempatan yang baik bagi pimpinan untuk melatih bakat-bakat yang dimiliki
bawahannya
Kelemahan
struktur organisasi lini atau garis adalah sebagai berikut:
1.
Seluruh kegiatan dalam organisasi atau perusahaan
biasanya tergantung pada satu orang yaitu pimpinan.
2.
Kesempatan anggota karyawan untuk mengembangkan
keahlian atau spesialisasinya cukup terbatas.
3.
Pimpinan cenderung bersifat otoriter karena perusahaan
dirasa milik pribadi.
4.
Rentang kendali yang sempit.
5.
Pembagian tugas dalam organisasi atau perusahaan
cenderung tidak merata
2.2.2.Struktur
Organisasi Lini dan Staff
Struktur ini dapat disebut struktur organisasi yang sederhana juga karena
hampir sama dengan struktur organisasi lini atau garis. Hanya yang
membedakannya adalah adanya tambahan yaitu berupa aktivitas staf ahli yang
mendukung aktivitas struktur garis untuk menunjang pencapaian tujuan
organisasi. Struktur organisasi lini dan staff ini memiliki perbedaan utama
yaitu untuk aktifitas garis itu berperan langsung, sementara untuk aktivitas
staff itu tidak berperan langsung dalam pengambilan keputusan. Aapun contoh
bentuk struktur organisasi lini san staff adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi lini
dan staff adalah sebagai berikut:
1.
Posisi garis terbebas dari aktivitas khusus yang dapat
diberikan kepada karyawan dan staf.
2.
Fleksibilitas dari personel staf dapat memudahkan
dalam melaksanakan sebuah proyek atau memudahkan dalam pencapaian tujuan
organisasi.
3.
Dapat digunakan di perusahaan yang lebih besar
dibandingkan dengan perusahaan dalam struktur organisasi lini.
Kelemahan struktur organisasi lini
dan staff adalah sebagai berikut:
1. Pimpinan
lini sering mengabaikan saran dari personel staf.
2. Konflik
antara personel garis dan personel staf sering menjadi masalah.
3. Perkembangan
hubungan kerja antara posisi garis dan staf seringkali terhambat.
2.2.3.Struktur
Organisasi Matriks
Struktur organisasi matriks merupakan struktur oganisasi yang biasanya
dipakai untuk perusahaan yang cakupannya lebih besar lagi karena dalam
strukturnya matriks ini meiliki dua garis komando yaitu kepada manajer dan
manajer proyek. Adapun contoh bentuk struktur organisasi matriks adalah sebagai
berikut:
Kelebihan struktur organisasi
matriks adalah sebagai berikut:
1.
Pemanfaatan karyawan fleksibel sesuai dengan jenis
kegiatannya.
2.
Sesuai untuk pengambilan keputusan yang sifatnya rumit
atau cukup pelik.
3.
Memberikan kesempatan kepada personel untuk
mengembangkan keterampilan fungsional maupun keterampilan integrasi atau
koordinasi.
4.
Sesuai untuk organisasi atau perusahaan yang besar.
Kelemahan struktur organisasi
matriks adalah sebagai berikut:
1.
Wewenang yang ganda membuat personel kebingungan
bahkan frustasi.
2.
Perlu adanya pelatihan khusus agar karyawan yang
berada dalam proyek khusus bisa terampil.
3.
Menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi
penyelesaian masalah.
2.2.4.Struktur
Organisasi Komite
Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan
tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang
berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistik manajemen.
Organisasi komite sering disamakan dengan istilah panitia, komisi, gugus
tugas (task force atau task group). Terlepas dari istilah mana yang
dipakai, pada dasarnya semua istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu
sekelompok orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus yang
tidak dapat diselesaikan seorang pejabat atau oleh beberapa orang (dewan).
Adapun contoh bentuk struktur organisasi komite adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi komite
adalah sebagai berikut:
1.
Komunikasi dan koordinasi cenderung dapat terlaksana
dengan baik.
2.
Kepimpinan yang bersifat otokratis kemungkinannya
kecil untuk berkembang.
3.
Dalam hal pengambilan keputusan itu dilakukan secara
hati-hati dengan melalui musyawarah dengan anggota.
Kelemahan struktur organisasi komite
adalah sebagai berikut:
1.
Dalam hal pengambilan keputusan cenderung berjalan
dengan lambat karena prinsip kehati-hatian tadi.
2.
Biaya operasional rutin sangat tinggi.
3.
Cenderung sulit dalam hal mengembangkan kreativitas
karena tingginya asas kolektivitas.
2.2.5.Struktur
Organisasi Fungsional
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan yang
mempunyai area spesialisasi sebagai dasar eksistensi sebuah departemen.
Dalam struktur organisasi fungsional
ini dibagi menjadi 3 struktur yaitu:
1.
Fungsi organisasi: contohnya seperti bagian penelitian
dan pengembangan atau litbang, pemasaran, dan semua fungsi organisasi yang
bekerja sama berdasarkan fungsinya.
2.
Produk yang dihasilkan organisasi: setiap bagian hanya
membuat satu jenis produk tetapi mempunyai seluruh fungsi organisasi secara
lengkap.
3.
Daerah operasi: bagian yang ditentukan berdasarkan
daerah operasi, misalnya kantor-kantor cabang dan sebagainya.
Adapun
contoh bentuk struktur organisasi fungsional ini adalah sebagai berikut:
Struktur
organisasi Fungsional-Fungsi Organisasi
Struktur
Organisasi Fungsional-Produk
Struktur
Organisasi Fungsional-Daerah Operasi
Kelebihan
struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut:
1.
Sasaran atau tujuan dari tiap bagian mudah tercapai.
2.
Sesuai untuk organisasi yang kecil maupun besar.
3.
Ada ruang untuk mengembangkan keterampilan yang
bersifat fungsional.
Kelemahan
struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut:
1.
Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi
sehingga beban dari pimpinan cukup berat.
2.
Terbatasnya untuk hal inovasi.
3.
Koordinasi antar bagian kurang berjalan dengan baik.
4.
Dalam respon organisasi terhadap perubahan kondisi
lingkungan itu responnya cenderung lambat.
2.3.Profil PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
2.3.1.Sejarah PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk Medan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
atau sering disebut dengan PT Telkom adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum dan dalam
negeri. Pada awalnya bernama ”Post En Telegraaf Dienst” yang didirikan pada
tahun 1884 dengan Staat Blad nomor 52, kemudian pada tahun 1906 dirubah menjadi
”Post Telegraf and Telefoondiest (PTT)” dengan Staat nomor 359 dan semenjak itu
disebut PTT Dienst. Tahun 1931 di tetapkan sebagai perusahaan negara
berdasarkan I.B.W. Selanjutnya pada tahun 1960 pemerintah mengeluarkan
peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 19 tahun 1960 tentang persyaratan
sebuah perusahaan negara (PN) dengan Perpu nomor 240 tahun 1961 berubah menjadi
PN (Perusahaan Negara) Pos dan Telekomunikasi dan pada tahun 1965 terjadi
pemecahan kembali menjadi PN Pos dan Telekomunikasi.
Perusahaan komunikasi berubah menjadi
Perusahaan Umum Telekomunikasi yang disingkat dengan Perumtel mulai tanggal 28
April 1974 berdasarkan SK Menteri Perhubungan nomor 129/U/1070 PN. Perumtel
dikukuhkan lagi dengan peraturan nomor 36 tahun 1974 yang menetapkan sebagai
pengelola Telekomunikasi Umum dalam negeri dan luar negeri. Peraturan
pemerintah nomor 22 tahun 1984 menetapkan Perumtel sebagai badan usaha yang
diberi wewenang menyelenggarakan telekomunikasi bentuk umum dan Universitas
Sumatera Utara internasional untuk lebih meningkatkan pelayanan jasa
telekomunikasi untuk umum.
Peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983
tentang tata cara pembinaan dan pengawasan Perjan, Perum, dan Persero. Satu hal
yang menggembirakan dalam sejarah perundang–undangan ini adalah ditetapkannya
Undang-Undang nomor 3 tahun 1989 tentang Telekomunikasi yang memberikan angin
segar dalam pengembangan dan pembangunan pertelekomunikasian di Indonesia.
Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah
nomor 25 tahun 1991 tanggal 1 Mei 1991 menetapkan pengalihan untuk Perseroan
(Persero). Tepat hari selasa 24 September 1991 pukul 09.30 peralihan bentuk
perusahaan tersebut ditandai dengan penandatanganan akte pendirian perusahaan
tersebut di PT Telekomunikasi Indonesia oleh Notaris Imas Fatimah S.H,
bersama-sama dengan Menparpostel Soesilo Darman yang bertindak sebagai pemegang
saham.
Penawaran umum perdana saham Telkom
(Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. Sejak
saat itu, kepemilikan saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek
Jakarta (BEJ) , Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan
London Stock Exchange (LSE). Saham Telkom ini juga diperdagangkan di Tokyo
Stock Exchange ( TSE ) namun dengan status tanpa pencatatan (Public Offering
Wihout Listing/POWL). Empat tahun kemudian tepatnya tahun 1999, dibentuk UU
nomor 36/1999 tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi.
Pelepasan status monopoli telekomunikasi ini dilakukan oleh Telkom. Sekitar
tahun 2001, Telkom membeli saham Telkomsel dari PT Indosat sebesar 35% sebagai
bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di
Universitas Sumatera Utara Indonesia. Hal ini ditandai dengan penghapusan
kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Dengan
begitu, Telkom telah memiliki 72,72% saham Telkomsel. Telkom juga membeli saham
Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangannya dalam laporan keuangan
Telkom. Telkom membeli seluruh saham Pramindo melalui tiga tahap pada tahun
2002. Tahap I, pada saat penandatanganan jual beli saham (15 Agusutus 2002)
sebesar 30%. Tahap II, pada tanggal 30 September 2003 sebesar 1%, dan sisanya
55% pada tanggal 31 Desember 2004. Kemudian Telkom menjual 12,72% saham
Telkomsel kepada Singapore Telecom. Dengan demikian, Telkom hanya memiliki 65%
saham Telkomsel. Sejak Agusuts 2002, diselenggarakan duopoli antar
telekomunikasi lokal.
Visi PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk
PT Telkom mempunyai visi “To become a
leading InfoCom player in the region”. PT Telkom berupaya untuk menempatkan
diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia, dan
akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
Misi PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk
PT Telkom mempunyai misi memberikan
layanan "One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive
Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation “
dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik berupa
kemudahan, produk dan jaringan berkualitas dengan harga kompetitif. PT Telkom
mengelolah bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan
sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi Universitas Sumatera
Utara yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan
saling mendukung secara sinergis.
2.3.2.Struktur
Organisasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
dalam melaksanakan kegiatannya memilki struktur organisasi yang merupakan
pencerminan dalam pelaksanaan tugas-tugas di perusahaan. Hal ini penting dalam
pembagian tugas dan kegiatan sehari-hari. Dengan adanya pembagian tugas dan
tanggung jawab yang baik maka setiap pegawai dapat mengetahui dengan mudah apa
fungsi dan tanggung jawabnya sehingga setiap penyimpangan dapat diatasi serta
memudahkan dalam pengawasan.
Struktur organisasi yang digunakan pada
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan adalah struktur organisasi berdasarkan
fungsi. Struktur organisasi berdasarkan fungsi (fungsional) adalah struktur
organisasi yang didasarkan pada keterampilan dan keahlian sumber daya manusia.
Di dalam perusahaan ini, setiap bagian disusun atas dasar kegiatan tiap-tiap
fungsi sesuai dengan kepentingan perusahaan, tiap-tiap fungsi dan kegiatan
seolah-olah terpisah berdasarkan bidang keahliannya padahal tiap-tiap fungsi
atau kegiatan tidak dapat berdiri sendiri karena fungsi yang satu dengan
lainnya saling memiliki ketergantungan.
BAB
III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Struktur
organisasi merupakan suatu susunan pembagian kerja atau tugas dalam suatu
organisasi agar kegiatan operasional organisasi atau perusahaan dapat
terorganisir, terkontrol dan terkoordinasi.
Struktur
organisasi yang digunakan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan adalah struktur
berdasarkan fungsi. Semua jenis tugas dan pekerjaan tidak dibebankan atau
menjadi tanggung jawab GM(General Manager)/CEO (Chief Executive Officer) saja
melainkan telah dibagi-bagi kepada para manajer sesuai dengan bidang-bidang
yang telah ditentukan. Pendelegasian wewenang ini dilakukan untuk mengimbangi
pembagian pekerjaan yang telah ditentukan.
3.2.Saran
Pihak
manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan hendaknya lebih meningkatkan
penerapan dari struktur organisasi sehingga efektivitas kerja lebih meningkat
lagi untuk membantu terwujudnya hal yang menjadi sasaran/tujuan perusahaan dan
terciptanya koordinasi kerja yang baik antar bagian di dalam PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk Medan.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar