Senin, 04 September 2017

Pengaruh struktur organisasi terhadap peningkatan efektivitas kerja pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan


PENGARUH STRUKTUR ORGANISASI TERHADAP PENINGKATAN EFEKTIVITAS KERJA PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk MEDAN




Disusun Oleh:
Devi Luthfiana            021114169
Kelas : 6D-Manajemen






PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PAKUAN
2017






BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Organisasi meupakan alat atau sarana untuk pencapaian tujuan yang  merupakan wadah kegiatan dari sekelompok atau kumpulan orang yang bekerja  sama dan berusaha untuk mencapai tujuan mereka bersama. Organisasi atau  perusahaan harus mampu mengeloladan mengatur manajemennya agar dapat bersaing dan bertahan pada era yang serba kompetitif sehingga dapat tumbuh dan  berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setiap perusahaan baik yang bergerak dibidang produksi, jasa maupun  industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Agar  dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen efektif  yang akan menunjang jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus dan  tingkat efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan.
Pada umumnya perusahaan memiliki beberapa bagian, yakni bagian sumber  daya manusia, bagian pemasaran, bagian produksi, bagian keuangan, dan bagian  administrasi. Tiap-tiap bagian tersebut melaksanakan kegiatan yang berbeda tetapi  saling berhubungan satu sama lain.Tingkat kegiatan yang dilaksanakan  perusahaan akan mengalami perubahan dari suatu periode ke periode berikutnya.
Adanya perubahan tersebut mengharuskan manajemen mengadakan koordinasi  dalam suatu perusahaan dan menciptakan wadah yang merupakan alat komunikasi  antar bagian yaitu struktur organisasi.
Struktur organisasi disadari sangat penting peranannya dalam meningkatkan efektivitas kerja, sehingga penulis tertarik untuk memilih judul struktur organisasi dan efektivitas kerja sebagai objek pembahasan dalam makalah ini. Sedangkan alasan memilih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan atau sering disebut dengan PT Telkom sebagai perusahaan yang akan diteliti adalah bahwa perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi.
Perusahaan tersebut selalu menekankan motto agar karyawan memberikan pelayanan terbaik atau kualitas jasa yang terbaik kepada setiap pengunjung yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Perusahaan ini sudah berkembang cukup lama dan tetap mampu bertahan serta bersaing dengan perusahaan informasi dan komunikasi lainnya.
Pimpinan perusahaan PT Telkom Medan biasanya mengubah struktur organisasi berdasarkan perubahan bentuk dan kepemilikan organisasi tersebut setiap periodenya sesuai dengan perubahan kebutuhan organisasi demi mengurangi kesimpangsiuran dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaan di perusahaan serta menjaga keefektifan aktivitas di perusahaan
Struktur organisasi disadari sangat penting peranannya dalam meningkatkan  efektivitas kerja, karena dalam struktur organisasi tersebut terdapat fungsi ataupun  pembagian tugas, departementalisasi,dan koordinasi. Pembagian tugas yang tepat  lebih berpeluang dalam menghasilkan keefektifitasan kerja karena pembagian  tugas itu lebih mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan, selain itu  pembagian tugas juga mengurangi tingkat kesalahan dan penumpukan beberapa  pekerjaan.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
  1.  Apa pengertian dari organisasi dan struktur organisasi?
  2. Bagaimana bentuk-bentuk struktur organisasi?
  3. Bagaimana pengaruh struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan?

1.3.Tujuan
  1. Untuk mengetahui apa pengertian dari organisasi dan struktur organisasi
  2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk struktur organisasi.
  3. Untuk mengetahui pengaruh struktur organisasi terhadap efektivitas kerja karyawan pada PT Telekomunikasi Inodonesia Tbk Medan.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Definisi Struktur Organisasi dan Efektivitas Kerja
2.1.1.Definisi Struktur Organisasi
2.1.1.1.Definisi Organisasi
Menurut Robbins (1996) organisasi adalah suatu kesatuan sosial yang dikoordinasikan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar relatif untuk mencapai suatu tujuan bersama atau tujuan organisasi atau perusahaan. Snow & Hrebiniak menyebutkan bahwa organisasi adalah sekelompok dua atau lebih orang yang bekerja secara kooperatif ke arah tujuan umum untuk mengatur tujuan. Singkatnya, organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang tidak bisa dicapai apabila bekerja secara sendiri atau individu. Sedangkan menurut Martinelli, organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu bagian interaksi, terstruktur dan pengambilan keputusan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan atau susunan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan tertentu: kelompok kerjasama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama dengan memiliki sebuah struktur untuk mencapai tujuan bersama atau tujuan kelompok.

2.1.1.2.Definisi Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan diinginkan.
Mintzberg mengatakan bahwa struktur organisasi menunjukkan bagaimana orang terorganisir atau bagaimana pekerjaan mereka dibagi dan dikoordinasi.
Menurut Robbins & Coulter (2007), struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi, yang dengan kerangka kerja tersebut, tugas-tugas dalam organisasi itu dapat dibagi-bagi, dikoordinasikan dan dikelompok-kelompokkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan organisasi. Adapun struktur organisasi yang baik yaitu struktur organisasi yang mempu menciptakan keserasian dan keharmonisan kerja sehingga proses dalam mencapai tujuan organisasi tersebut dapat dengan mudah atau dengan kata lain tidak sulit untuk dicapai. Struktur organisasi juga merupakan suatu sistem yang harus dilaksanakan oleh manajer untuk menggerakan aktivitas organisasi agar dapat mencapai tujuan organisasi. Selain itu, sebuah stuktur organisasi juga perlu dievaluasi untuk mengetahui konsistensi dalam pelaksanakan kegiatan organisasi yang efektif dan efisien.
Menurut Gomez-Mejia dkk (2004), struktur organisasi merupakan hubungan yang bersifat formal maupun informal antar anggota dalam suatu organisasi. Sedangkan menurut Thompson & Strickland (1993), berpendapat bahwa struktur organisasi yang tepat bagi perusahaan sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa struktur organisasi merupakan suatu susunan pembagian kerja atau tugas dalam suatu organisasi agar kegiatan operasional organisasi atau perusahaan dapat terorganisir, terkontrol dan terkoordinasi. Adapun struktur organisasi yang tepat itu struktur organisasi yang sesuai dengan strategi bisnis yang ada atau yang dipilih.

2.1.2.Definisi Efektivitas Kerja
Efektivitas kerja merupakan suatu masalah yang kompleks. Ada banyak pengertian tentang efektivitas kerja, akan tetapi ciri yang sama dari berbagai pengertian yang diberikan yaitu menyangkut keberhasilan suatu kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi.
Menurut Corrado (2004:135), efektivitas kerja adalah fungsi dari peraturan-peraturan dan praktik-praktik yang digunakan perusahaan dengan konsisten. Bentuk-bentuk konsistensi ini sebagai sumber kekuatan organisasi dan sebagai cara untuk memperbaiki kinerja dan efektivitas organisasi.
Menurut Pabundu (2006:16), efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan manajemen yang efektif disertai dengan manajemen yang efisien. Siagian (2002:151) mengatakan bahwa efektivitas kerja adalah penyelesaian pekerjaan tepat waktu yang telah ditentukan, artinya pelaksanaan suatu pekerjaan dinilai Universitas Sumatera Utara baik atau tidak sangat tergantung pada penyelesaian tugas tersebut, bagaimana cara melaksanakan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk itu.

2.2.Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Setelah mengetahui pengertian organisasi dan struktur organisasi, lalu bagaimana bentuk-bentuk dari struktur organisasi. Secara umum bentuk atau macam dari struktur organisasi itu ada enam macam yaitu bentuk garis atau lini, staff, lini dan staff, komite, matriks dan fungsional.
Dari keenam macam atau bentuk struktur organisasi di atas, semuanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Selain itu keenamnya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 
2.2.1.Struktur Organisasi Lini atau Garis
Struktur organisasi lini atau garis merupakan struktur organisasi yang dapat disebut struktur organisasi paling sederhana, karena bentuk struktur organisasi ini hanya memiliki garus komando vertikal dari tingkat paling atas melalui tingkat menengah lalu sampai ke tingkat bawah, sehingga hubungannya pun hanya terbatas antara atasan dengan bawahan. Struktur organisasi lini pun hanya memiliki posisi-posisi lini atau garis, tidak ada posisi staff yang tersedia. Seiring perkembangan zaman dan semakin kompleksnya di sunia bisnis saat ini, struktur organisasi macam ini sudah jarang ditemui di perusahaan-perusahaan yang besar dan menengah. Struktur organisasi jenis lini atau garis ini hanya dapat ditemui atau dijumpai di perusahaan-perusahaan kecil atau perusahaan-perusahaan yangbaru saja dirintis. Adapun contoh dari bentuk struktur organisasi lini atau garis adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi lini atau garis adalah sebagai berikut:
1.    Pusat komando berada di satu oarang, yaitu pimpinan
2.    Disiplin kerja mudah diawasi dan dipertahankan oleh pimpinan karena jumlah karyawannya relatif masih sedikit
3.    Memiliki rasa tanggungjawab yang besar karena garis komandonya langsung dari pimpinan
4.    Memiliki rasa solidaritas yang tinggi sesama anggota karena satu sama lainnya saling mengenal
5.    Tersedianya kesempatan yang baik bagi pimpinan untuk melatih bakat-bakat yang dimiliki bawahannya

Kelemahan struktur organisasi lini atau garis adalah sebagai berikut:
1.    Seluruh kegiatan dalam organisasi atau perusahaan biasanya tergantung pada satu orang yaitu pimpinan.
2.    Kesempatan anggota karyawan untuk mengembangkan keahlian atau spesialisasinya cukup terbatas.
3.    Pimpinan cenderung bersifat otoriter karena perusahaan dirasa milik pribadi.
4.    Rentang kendali yang sempit.
5.    Pembagian tugas dalam organisasi atau perusahaan cenderung tidak merata

2.2.2.Struktur Organisasi Lini dan Staff
Struktur ini dapat disebut struktur organisasi yang sederhana juga karena hampir sama dengan struktur organisasi lini atau garis. Hanya yang membedakannya adalah adanya tambahan yaitu berupa aktivitas staf ahli yang mendukung aktivitas struktur garis untuk menunjang pencapaian tujuan organisasi. Struktur organisasi lini dan staff ini memiliki perbedaan utama yaitu untuk aktifitas garis itu berperan langsung, sementara untuk aktivitas staff itu tidak berperan langsung dalam pengambilan keputusan. Aapun contoh bentuk struktur organisasi lini san staff adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi lini dan staff adalah sebagai berikut:
1.    Posisi garis terbebas dari aktivitas khusus yang dapat diberikan kepada karyawan dan staf.
2.    Fleksibilitas dari personel staf dapat memudahkan dalam melaksanakan sebuah proyek atau memudahkan dalam pencapaian tujuan organisasi.
3.    Dapat digunakan di perusahaan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan dalam struktur organisasi lini.

Kelemahan struktur organisasi lini dan staff adalah sebagai berikut:
1.    Pimpinan lini sering mengabaikan saran dari personel staf.
2.    Konflik antara personel garis dan personel staf sering menjadi masalah.
3.    Perkembangan hubungan kerja antara posisi garis dan staf seringkali terhambat.

2.2.3.Struktur Organisasi Matriks
Struktur organisasi matriks merupakan struktur oganisasi yang biasanya dipakai untuk perusahaan yang cakupannya lebih besar lagi karena dalam strukturnya matriks ini meiliki dua garis komando yaitu kepada manajer dan manajer proyek. Adapun contoh bentuk struktur organisasi matriks adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi matriks adalah sebagai berikut:
1.    Pemanfaatan karyawan fleksibel sesuai dengan jenis kegiatannya.
2.    Sesuai untuk pengambilan keputusan yang sifatnya rumit atau cukup pelik.
3.    Memberikan kesempatan kepada personel untuk mengembangkan keterampilan fungsional maupun keterampilan integrasi atau koordinasi.
4.    Sesuai untuk organisasi atau perusahaan yang besar.


Kelemahan struktur organisasi matriks adalah sebagai berikut:
1.    Wewenang yang ganda membuat personel kebingungan bahkan frustasi.
2.    Perlu adanya pelatihan khusus agar karyawan yang berada dalam proyek khusus bisa terampil.
3.    Menghabiskan banyak waktu untuk koordinasi penyelesaian masalah.

2.2.4.Struktur Organisasi Komite
Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistik manajemen.
Organisasi komite sering disamakan dengan istilah panitia, komisi, gugus tugas (task force atau task group). Terlepas dari istilah mana yang dipakai, pada dasarnya semua istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu sekelompok orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak dapat diselesaikan seorang pejabat atau oleh beberapa orang (dewan). Adapun contoh bentuk struktur organisasi komite adalah sebagai berikut:
Kelebihan struktur organisasi komite adalah sebagai berikut:
1.    Komunikasi dan koordinasi cenderung dapat terlaksana dengan baik.
2.    Kepimpinan yang bersifat otokratis kemungkinannya kecil untuk berkembang.
3.    Dalam hal pengambilan keputusan itu dilakukan secara hati-hati dengan melalui musyawarah dengan anggota.

Kelemahan struktur organisasi komite adalah sebagai berikut:
1.    Dalam hal pengambilan keputusan cenderung berjalan dengan lambat karena prinsip kehati-hatian tadi.
2.    Biaya operasional rutin sangat tinggi.
3.    Cenderung sulit dalam hal mengembangkan kreativitas karena tingginya asas kolektivitas.
2.2.5.Struktur Organisasi Fungsional
Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan yang mempunyai area spesialisasi sebagai dasar eksistensi sebuah departemen.
Dalam struktur organisasi fungsional ini dibagi menjadi 3 struktur yaitu:
1.    Fungsi organisasi: contohnya seperti bagian penelitian dan pengembangan atau litbang, pemasaran, dan semua fungsi organisasi yang bekerja sama berdasarkan fungsinya.
2.    Produk yang dihasilkan organisasi: setiap bagian hanya membuat satu jenis produk tetapi mempunyai seluruh fungsi organisasi secara lengkap.
3.    Daerah operasi: bagian yang ditentukan berdasarkan daerah operasi, misalnya kantor-kantor cabang dan sebagainya.
Adapun contoh bentuk struktur organisasi fungsional ini adalah sebagai berikut:




Struktur organisasi Fungsional-Fungsi Organisasi
Struktur Organisasi Fungsional-Produk
Struktur Organisasi Fungsional-Daerah Operasi
Kelebihan struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut:
1.    Sasaran atau tujuan dari tiap bagian mudah tercapai.
2.    Sesuai untuk organisasi yang kecil maupun besar.
3.    Ada ruang untuk mengembangkan keterampilan yang bersifat fungsional.

Kelemahan struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut:
1.    Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi sehingga beban dari pimpinan cukup berat.
2.    Terbatasnya untuk hal inovasi.
3.    Koordinasi antar bagian kurang berjalan dengan baik.
4.    Dalam respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan itu responnya cenderung lambat.

2.3.Profil PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
2.3.1.Sejarah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan atau sering disebut dengan PT Telkom adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum dan dalam negeri. Pada awalnya bernama ”Post En Telegraaf Dienst” yang didirikan pada tahun 1884 dengan Staat Blad nomor 52, kemudian pada tahun 1906 dirubah menjadi ”Post Telegraf and Telefoondiest (PTT)” dengan Staat nomor 359 dan semenjak itu disebut PTT Dienst. Tahun 1931 di tetapkan sebagai perusahaan negara berdasarkan I.B.W. Selanjutnya pada tahun 1960 pemerintah mengeluarkan peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 19 tahun 1960 tentang persyaratan sebuah perusahaan negara (PN) dengan Perpu nomor 240 tahun 1961 berubah menjadi PN (Perusahaan Negara) Pos dan Telekomunikasi dan pada tahun 1965 terjadi pemecahan kembali menjadi PN Pos dan Telekomunikasi.
Perusahaan komunikasi berubah menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi yang disingkat dengan Perumtel mulai tanggal 28 April 1974 berdasarkan SK Menteri Perhubungan nomor 129/U/1070 PN. Perumtel dikukuhkan lagi dengan peraturan nomor 36 tahun 1974 yang menetapkan sebagai pengelola Telekomunikasi Umum dalam negeri dan luar negeri. Peraturan pemerintah nomor 22 tahun 1984 menetapkan Perumtel sebagai badan usaha yang diberi wewenang menyelenggarakan telekomunikasi bentuk umum dan Universitas Sumatera Utara internasional untuk lebih meningkatkan pelayanan jasa telekomunikasi untuk umum.
Peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1983 tentang tata cara pembinaan dan pengawasan Perjan, Perum, dan Persero. Satu hal yang menggembirakan dalam sejarah perundang–undangan ini adalah ditetapkannya Undang-Undang nomor 3 tahun 1989 tentang Telekomunikasi yang memberikan angin segar dalam pengembangan dan pembangunan pertelekomunikasian di Indonesia.
Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 1991 tanggal 1 Mei 1991 menetapkan pengalihan untuk Perseroan (Persero). Tepat hari selasa 24 September 1991 pukul 09.30 peralihan bentuk perusahaan tersebut ditandai dengan penandatanganan akte pendirian perusahaan tersebut di PT Telekomunikasi Indonesia oleh Notaris Imas Fatimah S.H, bersama-sama dengan Menparpostel Soesilo Darman yang bertindak sebagai pemegang saham.
Penawaran umum perdana saham Telkom (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. Sejak saat itu, kepemilikan saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) , Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham Telkom ini juga diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange ( TSE ) namun dengan status tanpa pencatatan (Public Offering Wihout Listing/POWL). Empat tahun kemudian tepatnya tahun 1999, dibentuk UU nomor 36/1999 tentang penghapusan monopoli penyelenggaraan telekomunikasi. Pelepasan status monopoli telekomunikasi ini dilakukan oleh Telkom. Sekitar tahun 2001, Telkom membeli saham Telkomsel dari PT Indosat sebesar 35% sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Universitas Sumatera Utara Indonesia. Hal ini ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Dengan begitu, Telkom telah memiliki 72,72% saham Telkomsel. Telkom juga membeli saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangannya dalam laporan keuangan Telkom. Telkom membeli seluruh saham Pramindo melalui tiga tahap pada tahun 2002. Tahap I, pada saat penandatanganan jual beli saham (15 Agusutus 2002) sebesar 30%. Tahap II, pada tanggal 30 September 2003 sebesar 1%, dan sisanya 55% pada tanggal 31 Desember 2004. Kemudian Telkom menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom. Dengan demikian, Telkom hanya memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agusuts 2002, diselenggarakan duopoli antar telekomunikasi lokal.
Visi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Telkom mempunyai visi “To become a leading InfoCom player in the region”. PT Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia, dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik.
Misi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Telkom mempunyai misi memberikan layanan "One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation “ dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas dengan harga kompetitif. PT Telkom mengelolah bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi Universitas Sumatera Utara yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.
2.3.2.Struktur Organisasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan dalam melaksanakan kegiatannya memilki struktur organisasi yang merupakan pencerminan dalam pelaksanaan tugas-tugas di perusahaan. Hal ini penting dalam pembagian tugas dan kegiatan sehari-hari. Dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang baik maka setiap pegawai dapat mengetahui dengan mudah apa fungsi dan tanggung jawabnya sehingga setiap penyimpangan dapat diatasi serta memudahkan dalam pengawasan.
Struktur organisasi yang digunakan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan adalah struktur organisasi berdasarkan fungsi. Struktur organisasi berdasarkan fungsi (fungsional) adalah struktur organisasi yang didasarkan pada keterampilan dan keahlian sumber daya manusia. Di dalam perusahaan ini, setiap bagian disusun atas dasar kegiatan tiap-tiap fungsi sesuai dengan kepentingan perusahaan, tiap-tiap fungsi dan kegiatan seolah-olah terpisah berdasarkan bidang keahliannya padahal tiap-tiap fungsi atau kegiatan tidak dapat berdiri sendiri karena fungsi yang satu dengan lainnya saling memiliki ketergantungan.
  

BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Struktur organisasi merupakan suatu susunan pembagian kerja atau tugas dalam suatu organisasi agar kegiatan operasional organisasi atau perusahaan dapat terorganisir, terkontrol dan terkoordinasi.
Struktur organisasi yang digunakan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan adalah struktur berdasarkan fungsi. Semua jenis tugas dan pekerjaan tidak dibebankan atau menjadi tanggung jawab GM(General Manager)/CEO (Chief Executive Officer) saja melainkan telah dibagi-bagi kepada para manajer sesuai dengan bidang-bidang yang telah ditentukan. Pendelegasian wewenang ini dilakukan untuk mengimbangi pembagian pekerjaan yang telah ditentukan.
3.2.Saran
Pihak manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan hendaknya lebih meningkatkan penerapan dari struktur organisasi sehingga efektivitas kerja lebih meningkat lagi untuk membantu terwujudnya hal yang menjadi sasaran/tujuan perusahaan dan terciptanya koordinasi kerja yang baik antar bagian di dalam PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Medan.


DAFTAR PUSTAKA