TUGAS
PERILAKU ORGANISASI
“PERILAKU
KELOMPOK”
Disusun
Oleh:
Graceyiella
Christy 021114167
Yogi
Joko Setyawan 021114168
Devi
Luthfiana 021114169
M.
Irfan Ikrimah P 021114172
Siti
Rahmah 021114174
KELAS
6D - Manajemen
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
PAKUAN
2017
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam yang kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya
pula kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam kepada Nabi Junjungan kita
yakni Nabi besar Muhammad SAW Khatamun Nabiyyin, beserta para keluarga dan
sahabat serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Dengan rahmat dan hidayah dari Allah SWT kami diberikan kemampuan untuk
menyelesaikan tugas dari Bapak
Herman,SE.,MM untuk membuat
makalah yang memuat materi tentang “Perilaku
Kelompok”.
Ucapan terimakasih penyusun sampaikan kepada semua
pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini. Kami
menyadari bahwa makalah ini kurang
sempurna, maka dari itu apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini mohon
dimaafkan dan semoga makalah ini dapat bermafaat bagi para pembaca, amin.
Bogor,
Mei 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Apabila
berbicara tentang perilaku organisasi, berarti juga membahas tentang perilaku
manusia. Manusia aalah pendukung utama setiap oerganisasi apapun bentuknya.
Perilaku manusia yang berada dalam suatu kelompok atau organisasi adalah awal dari
perilaku organisasi itu. Perilaku manusia yang terdapat di dalam organisasi
berasal dari dua sumber, yaitu perilaku individu dan perilaku kelompok.
Perilaku kelompok tersebut berasal dari perilaku individu-individu yang
berkumpul menjadi sebuah kelompok.
Sebagai
makhluk sosial, manusia tidak bisa dipisahkandari kelompok. Kelompok merupakan
bagian dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia akan terlibat dalam
aktivitas kelompok. Demikian pula kelompok merupakan bagian dari kehidupan
organisasi. Pada umumnya, manusia yang menjadi anggota dari suatu organisasi
besar atau kecil mempunyai kecenderungan yang kuat untuk mencari keakraban
dalam kelompok-kelompok tertentu. Dimulai dari adanya kesamaan tugas pekerjaan
yang dilakukan, seringnya berjumpa, adanya kesamaan, kesenangan bersama, maka
timbullah kedekatan satu sama lain, sehingga mulailah mereka berkelompok dalam
organisasi.
Dalam
suatu organisasi bisa terdapat beberapa macam kelompok yang terbentuk melalui
suatu proses tertentu. Kelompok mempunyai status dan norma yang memengaruhi
perannya. Kelompok juga dapat berbeda menurut besaran dan kohesivitasnya. Maka
dalam makalah ini akan dibahas mengenai perilaku kelompok dalam organisasi.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah;
1.
Apa
sajakah klasifikasi perilaku kelompok?
2.
Apa
manfaat perilaku kelompok dalam organisasi?
3.
Bagaimana
contoh kasus tentang perilaku kelompok?
1.3.Tujuan
Makalah
Beberapa tujuan yang
akan dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
- Untuk mengetahui klasifikasi (tipe-tipe) perilaku kelompok dalam organisasi
- Untuk mengetahui manfaat dari perilaku kelompok dalam organisasi
- Untuk mengetahui contoh kasus dari perilaku kelompok dalam organisasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Definisi Perilaku Kelompok dalam Organisasi
2.1.1.
Definisi Perilaku
Secara etimologi,
perilaku dalam bahasa inggris berarti “behavior”.
Sedangkan secara terminologi, perilaku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
artinya adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau
lingkungan. Menurut Toha, perilaku merupakan suatu fungsi dari interaksi antara
individu dengan lingkungannya. Suatu perilaku dapat diobservasi ketika perilaku
itu dapat dilihat dan terukur serta dapat dihitung dalam kaitan dengan
frekuensi dan atau jangka waktu. Jadi, perilaku adalah aktifitas individu atau
manusia sebagai reaksi terhadap lingkungannya yang dapat diamati.
2.1.2. Definisi Kelompok
Menurut Robbins (2009:
356) menyatakan bahwa kelompok (group) didefinisikan
sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung,
bergabung untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
Menurut Muzafer
Sherif, kelompok adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan
teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas,
struktur dan norma-norma tertentu.
Menurut De Vito
(1997), kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua
anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling
berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki
semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan
norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap
sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
Sementara Gibson
(1995) memandang kelompok dari empat kelompok prespektif, diantaranya :
1. Dari sisi persepsi, kelompok dipandang sebagai kumpulan
sejumlah orang yang saling berinteraksi satu sama lain, dimana
masing-masing anggota menerima kesan atau persepsi dari anggota lain.
2. Dari sisi organisasi, kelompok adalah suatu sistem
terorganisasi yang terdiri dari dua atau lebih individu yang saling berhubungan
dengan sistem menunjukkan beberapa fungsi, mempunyai standar dari peran
hubungan di antara anggota.
3. Dari sisi motivasi, kelompok dipandang sebagai
sekelompok individu yang keberadaannya sebagai suatu kumpulam yang menghargai
individu.
4. Dari sisi interaksi, menyatakan bahwa inti dari
pengelompokkan adalah interaksi dalam bentuk interpedensi.
Dari beberapa
pandangan tersebut, Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah
kumpulan individu dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi
oleh perilaku dan atau prestasi anggota yang lainnya.
2.1.3. Definisi Organisasi
Secara etimologi,
organisasi dalam bahasa inggris diartikan dengan “organization”. Sedangkan secara terminologi, banyak pendapat yang
mendefinisikan mengenai organisasi.
Ø
Menurut
James D. Mooney yang dikutip oleh Wursanto, organisasi diartikan sebagai “organization is the from of every human
association for the attainment of common purpose”, yang artinya adalah
organisasi merupakan bentuk dari setiap perserikatan manusia untuk mencapai
suatu tujuan bersama.
Ø
Menurut
Alo Liliweri, organisasi adalah bentuk kerjasama yang sistematik antara
sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bersama
Ø
Menurut
Greenberg dan Baron yang dikutui oleh Wibowo, organisasi adalah sistem sosial
yang terstruktur terdiri dari kelompok dan individu bekerja bersama untuk
mencapai beberapa sasaran yang disepakati.
Dari difinisi-definisi
diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu bentuk kerjasama antara
individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.
2.1.4.
Definisi Perilaku Kelompok dalam Organisasi
Dari pengertian
perilaku dan pengertian kelompok diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku
kelompok adalah aktifitas yang dapat diamati dari dua atau lebih manusia atau
individu yang berinteraksi dan berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu.
Manusia sebagai
individu mempunyai watak, temperamen, sifat, dan kepribadian yang berbeda-beda.
Apabila individu tersebut masuk menjadi anggota suatu kelompok, maka sifat,
watak, temperamen dan kepribadiannya akan ikut dibawa masuk ke dalam kelompok.
Dalam hal demikian maka akan terbentuk perilaku yang ada mulanya berorientasi
kepada perilaku individu harus diarahkan dan dikendalikan ke arah perilaku yang
berorientasi kelompok. Hal ini berarti perilaku individu harus diarahkan menuju
kepentingan organisasi guna mencapai tujuan organisasi sehingga dalam
perkembangan selanjutnya perilaku kelompok berkembang menjadi perilaku
organisasi.
Perilaku organisasi
adalah suatu bidang studi yang menginvestigasi dampak perilaku dari individu,
kelompok, dan struktur dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan
untuk memperbaiki efektivitas organisasi.
Jadi, perilaku
kelompok dalam organisasi adalah aktifitas yang dilakukan dua atau lebih
individu yang berkumpul dan berinteraksi sebagai anggota organisasi untuk
mencapai tujuan organisasi tertentu yang telah disepakati.
2.2. Klasifikasi Kelompok
Kelompok-kelompok
di dalam organisasi secara sengaja direncanakan atau sengaja dibiarkan
terbentuk oleh manajemen selaku bagian dari struktur organisasi formal. Kendati
begitu, kelompok juga kerap muncul melalui proses sosial dan organisasi
informal. Organisasi informal muncul lewat interaksi antar pekerja di dalam
organisasi dan perkembangan kelompok jika interaksi tersebut berhubungan dengan
norma perilaku mereka sendiri, kendati tidak digariskan lewat struktur formal
organisasi. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara kelompok formal dan
informal.
1. Kelompok
Formal
Kelompok
formal yaitu kelompok-kelompok yang didefinisikan oleh struktur organisasi,
dengann penentuan tugas berdasarkan penunjukan penugasan kerja. Kebutuhan
dan proses organisasi menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang
berbeda–beda. Khususnya ada dua tipe kelompok formal, di antaranya :
A. Kelompok Komando (Command Group)
Kelompok
komando ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri dari bawahan yang
melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan wewenang antara
manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang perawat senior dan
bawahannya, merupakan kelompok komado.
B. Kelompok Tugas (Task Group)
Kelompok
tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk menyelesaikan suatu
tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para karyawan administrasi dalam
perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan kecelakaan, merupakan
tugas yang harus dilaksanakan.
2. Kelompok
Informal
Kelompok
informal yaitu perhimpunan yang tidak terstruktur secara formal maupun secara
organisasional. Dengan perkataan lain, kelompok informal tidak muncul karena
dibentuk dengan sengaja, tetapi muncul secara wajar.
Orang
mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya:
A. Kelompok Kepentingan (Interest Group)
Orang
yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas
yang sama, mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Para
karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front
yang terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak
dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari
kelompok kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak
berhubungan dengan tujuan organisasi, tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi
tiap – tiap kelompok.
B. Kelompok Persahabatan (Friendship Group)
Banyak
kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan, misalnya
usia, kepercayaan politis, atau latar belakang etnis. Kelompok persahabatan ini
seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan
diluar pekerjaan.
Jika
Pola gabungan karyawan dicatat, maka akan segera menjadi jelas bahwa mereka
termasuk dalam berbagai macam kelompok yang sering bersamaan. Maka diadakan
perbedaan diantara dua klasifikasi kelompok yang luar: kelompok formal
dan informal. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa kelompok formal
(kelompok komando dan kelompok tugas) dibentuk oleh organisasi formal dan
merupakan alat untuk mencapai tujuan, sedangkan kelompok informal (kelompok
kepentingan dan kelompok persahabatan) adalah penting untuk keperluan mereka
sendiri (artinya, mereka memenuhi kebutuhan pokok akan berkelompok).
2.3.Teori-teori
Pembentukan Kelompok
Ø
Teori
Kedekatan (Propinquity), menjelaskan tentang adanya situasi diantara
orang-orang tertentu. Arti teori kedekatan ini adalah seseorang berhubungan
dengan orang lain karena kedekatan ruang dan daerah (spatial and geographical
proximity)
Ø
Teori
George Homans, menjelaskan tentang semakin banyak aktivitas dilakukan seseorang
dengan orang lain (shared), semakin beraneka interaksi semakin kuat tumbuhnya
sentimen, semakin banyak interkasi semakin banyak kemungkinan aktivitas dan
sentimen banyak pada orang lain, semakin banyak aktivitas dan sentimen
ditularkan semakin banyak interkasi
Ø
Teori
Keseimbangan (a balance theory of group formation) seseorang tertarik pada yang
lain karena kesamaan sikap (nilai sikap yang sama: agama, politik, gaya hidup,
perkawinan, pekerjaan, otoritas)
Ø
Teori
Alasan praktis (Practicalities of group formation) alasan ekonomi, keamanan,
alasan sosial. Sedangkan fase pembentukan kelompok pada dasarnya merupakan
suatu rangkaian proses yang dinamis terdiri dari Forming (pembentukan),
Storming (merebut hati), Norming (pengaturan norma), Performing (melaksanakan),
Adjourning (pengakhiran)
Kelompok Dipandang dari Segi
Organisasi
Para
ahli sosiologi melihat kelompok terutama dari karakteristik keorganisasian.
Salah satu definisi semacam itu adalah berikut ini:
Kelompok
adalah suatu sistem yang terorganisasi yang terdiri dari dua orang atau lebih
yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga sistem tersebut melakukan
fungsi tertentu, mempunyai serangkaian peran hubungan antara para anggotanya
dan mempunyai serangkaian norma yang mengatur fungsi kelompok dari tiap-tiap
anggotanya. Definisi ini menekankan beberapa ciri penting dari kelompok,
seperti peran dan norma.
2.4. Efektifitas
Kelompok
Suatu kelompok yang efektif
adalah satu pencapaian tingkat tinggi dari pemeliharaan kedua tugas sumber daya
manusia dari waktu kewaktu. Dalam banyak hal pelaksanaan tugas, suatu kelompok
yang efektif mencapai tujuan kinerja dalam pengetian standar tepat waktu dan
hasil pekerjaannya berkualitas tinggi. Dalam banyak hal pemeliharaan sumber
daya manusia, kelompok yang efektif adalah satu angotanya cukup dipenuhi dengan
tugasnya, pemenuhan, dan hubungan antar pribadi bekerja baik bersama-sama pada
suatu dasar yang berkesinambungan. Karena sebuah kelompok kerjapermanen dalam
hal ini anggotanya bekerja bersama-sama untuk satu kelompok kerja temporer, ini
berarti anggotanya bekerja bersama-sama untuk jangka waktu yang telah
ditugaskan kepadanya.
2.5. Dasar
Efektifitas Kelompok
Efektivitas
mengenai beberapa kelompok ditentukan atas sebagian masukan, makin baik masukan
kelompok, makin baik kesempatan untuk efektivitas kelompok. Jika masukan
kelompok memuaskan semuanya, kelompok mempunyai suatu dasar yang kuat dalam
pencapaian efektifitas. Tetapi, jika sebagian dari input tidak memuaskan, usaha
pencapaian efektivitas akan mengalami kekurangan dan masalah karateristik
keanggotaan, dan ukuran kelompok yang akan mempengaruhi hasil dari operasi
kelompok.
1. Hal-hal
lain untuk pengaturan yang terbaik dalam suatu kelompok meliputi:
Tujuan yang menekankan pemenuhan kelompok
Tujuan yang menekankan pemenuhan kelompok
2. Penghargaan yang mengenali pemenuhan
kelompok
3. Sumber daya yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan
4. Teknologi yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan
5. Pengaturan mengenai ruang yang
mendorong kerjasama kelompok
6. Kultur yang membuat kerjasama
sekelompok suatu nilai penting
7. Struktur yang mendukung kerjasama
kelompok.
2.6.
Manfaat Perilaku Kelompok dalam
Organisasi
Berbagai
kelompok bekerja dalam suatu organisasi sebagai kesatuan-kesatuan yang jelas.
Kelompok-kelompok itu mungkin merupakan kelompok-kelompok fungsional (misalnya
orang-orang produksi, orang-orang pemasaran, para peneliti dan sebagainya),
atau mungkin kelompok-kelompok vertikal (misalnya para kepala sekolah dan para
guru, para manajer senior, para pekerja dan sebgainya). Berbagai kelompok dalam
organisasi bekerja bersama-sama. mereka memikul tanggungjawab bersama dan
menangani masalah-masalah dalam bidang mereka sendiri demi tercapainya tujuan
organisasi.
Menurut Wursanto, manfaat yang didapat dengan adanya
suatu kelompok antara lain:
a.
Kelompok
dapat memberikan rasa aman bagi seseorang (sense of security) karena merasa
mempunyai perlindungan
b.
Kelompok
dapat mengatasi berbagai macam persoalan baik yang menyangkut bidang ekonomi,
polituk, hukum, dan sebagainya
c.
Kelompok
dapat memberikan martabat (prestige), status sosial (social standing), dan
pengakuan
d.
Kelompok
dapat memberikan dorongan dan semangat (motivasi)
e.
Kelompok
dapat memberikan kepuasan, baik kepuasan yang bersifat jasmani, kepuasan
psikologis maupun kepuasan sosial
f.
Kelompok
dapat memberikan bantuan seseorang yang dalam kesulitan
2.7.
Ciri-Ciri Kelompok
Untuk
memahami perilaku kelompok, kita perlu mengetahui ciri-ciri umum kelompok,
mulai dari urutan berikut ini.
1.
Struktur
Dalam setiap kelompok berkembang
beberapa tipe struktur; para anggota kelompok dibedakan atas dasar
faktor-faktor seperti keahlian, kekuasaan, status dan sifat agresif. Tiap
anggota menduduki posisi tertentu dalam kelompok. Pola hubungan antara posisi
ini merupakan struktur kelompok.
2.
Hirarki
Status
Istilah status sangat mirip
dengan posisi, sehingga kedua istilah itu sering digunakan dalam arti yang
merupakan konsekuensi dari karakteristik tertentu yang membedakan posisi yang
satu dengan yang lainnya. Perbedaan status memiliki pengaruh yang sangat besar
atas pola dan isi komunikasi yang cenderung lebih bersifat positif daripada
yang diprakarsai oleh orang-orang yang berstatus tinggi terhadap orang-orang
yang berstatus lebih rendah.
3.
Peran
Setiap posisi dalam kelompok
mempunyai peran yang saling berhubungan, yang terdiri dari perilaku yang
diharapkan dari mereka yang menduduki posisi tersebut. Perilaku yang diharapkan
umumnya sudah disetujui tidak hanya oleh mereka yang menduduki posisi tersebut,
tetapi juga oleh anggota lain dalam kelompok itu.
4.
Norma
atau Peraturan
Norma adalah standar yang
diterima oleh anggota kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu atau suatu
peraturan yang tidak tertulis. Pertama, norma hanya dibentuk sehubungan dengan
hal-hal yang penting bagi kelompok. Jika dapat membantu anggota lain dalam
kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas merupakan hal yang paling penting,
maka akan berkembanglah suatu norma. Kedua, norma diterima dalam berbagai macam
tingkat oleh para anggota kelompok, ada beberapa norma diterima oleh para
anggota secara lengkap, sedangkan norma lain hanya diterima sebagian. Dapat
dikatakan bahwa norma merupakan kesepakatan yang menjadi aturan yang tidak
tertulis, tetapi tersirat dan dipahami sesama anggota kelompok
5.
Kepemimpinan
Peran kepemimpinan dalam
kelompok merupakan suatu karakteristik penting dalam kelompok. Dalam kelompok
formal, pemimpin dapat menjalankan kekuasaannya secara resmi. Dalam kelompok
informal pemimpin dianggap sebagai orang yang berwibawa dan dihormati karena
dianggap dapat membantu kelompok mencapai tujuannya, sebagai fasilitator yang
dapat menyelesaikan konflik di antara kelompok dan anggotanya. Pemimpin
informal seringkali dapat berganti-ganti karena situasi yang berbeda-beda, juga
karena alasan kaderisasi (senoritymenghargai
juniority), sehingga kesinambungan
kepemimpinan dapat berjalan terus.
6.
Kesatupaduan
Kesatupaduan dipandang sebagai
suatu kekuatan yang memaksa para anggota untuk tetap berada dalam satu kelompok. Dengan kekuatan yang terpadu
dari masing-masing anggota kelompok akan merupakan efek berganda dari potensi
yang ada (multiplier effect).
7.
Kesatupaduan
dan Hasil Karya
Konsep ini merupakan konsep yang penting
memahami kelompok dan organisasi. Karena dapat menciptakan pengaruh yang
positif atau negatif, tergantung sampai
seberapa jauh kesamaan tujuan kelompok dan organisasi formal.
2.8.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Prestasi Kelompok
Menurut
Gito Sudarmo (2000:66) prestasi kelompok dapat dipengaruhi oleh dua hal yakni
faktor eksternal dan faktor internal.
1. Faktor
Eksternal
- Strategi organisasi, setiap organisasi mempunyai strategi. Setiap strategi yang ditetapkan oleh organisasi akan mempengaruhi perilaku kelompok dalam organisasi tersebut.
- Struktur wewenang, setiap organisasi memiliki struktur wewenang kepada siapa seseorang melapor, siapa yang membuat keputusan. Struktur ini menentukan dimana posisi suatu kelompok tertentu dalam hirarkhi organisasi.
- Peraturan, semakin banyak peraturan formal yang ditetapkan oleh organisasi pada semua pekerjanya, maka perilaku kelompok akan semakin konsisten dan dapat diramalkan. - Sumber-Sumber Organisasi, besar kecilnya sumberdaya yang ada dalam organisasi yang diberikan kepada 52 anggotanya hal ini akan mempengaruhi perilaku prestasi kelompo
- Proses Seleksi, Proses seleksi menjadi faktor penting dalam menjaring orang-orang yang berkualitas. Dan hal ini pula akan dapat mempengaruhi perilaku dan prestasi kelompok
- Penilaian Prestasi dan Sisitem Imbalan, adanya sistem imbalan yang mengkaitkannya dengan prestasi dari kelompok kerja akan mempengaruhi perilaku kelompok tersebut.
- Budaya Organisasi, setiap organisasi memiliki kebiasaankebiasaan yang tidak tertulis yang mentukan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pekerja
- Lingkungan Fisik, Ruangan yang tetata dengan baik, suhu udara dan lain-lain akan mempengaruhi perilaku kelompok.
2. Faktor
Internal
a.
Kemampuan
b.
Karakteristik
Kepribadian
2.9. Contoh
Kasus Perilaku Kelompok
Kelompok
didalam universitas yang terdiri dari dosen, mahasiswa, karyawan dan para
pemimpin kampus harus dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan
organisasi. Organisasi akan cepat mencapai tujuanya apabila ada keterpaduan
antara tujuan kelompok tersebut dengan tujuan organisasi.
Keterpaduan
dalam kerjasama antra kelompok dalam organisasi tidak mungkin didapatkan
apabila tidak ada keterpaduan individu-individu dalam sebuah kelompok. Tidak
hanya ketepaduan antara individu dalam kelompok tersebut, tetapi harus ada
komitmen yang sama antar anggota kelompok. Disini adalah point utama yang
menyebabkan konflik dalam studi kasus diatas. Masalah pemukulan yang dilakukan
oleh dosen (seorang individu bagian dari kelompok dosen) terhadap seorang
mahasiswa (Seorang individu yang merupakan bagian dari kelompok mahasiswa). Ini
disebut juga konflik antar individu yang ada dalam sebuah organisasi. Menurut
Kast (2000), konflik antar individu dalam organisasi disebabkan oleh perbedaan
peranan dan kepribadian. Jelas bahwa antara dosen dan mahasiswa mempunyai peran
yang berbeda. Dosen mempunyai peranan untuk mengajar dan mendidik mahasisawa,
sedangkan mahasiswa mempunyai peranan untuk menghargai dosen dan partisipatif
aktif dalam perkulihan. Perbedaan peranan tersebut memang sudah diatur oleh
organisasi agar spesialisasi dalam sebuah kelompok dapat membantu untuk
melakukan tugasnya dengan efektif dan efisien.
BAB
III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Manusia
sebagai individu mempunyai watak, temperamen, sifat, dan kepribadian yang
berbeda-beda. Apabila individu tersebut masuk menjadi anggota suatu kelompok,
maka sifat, watak, temperamen dan kepribadiannya akan ikut dibawa masuk ke
dalam kelompok. Dalam hal demikian maka akan terbentuk perilaku yang ada
mulanya berorientasi kepada perilaku individu harus diarahkan dan dikendalikan
ke arah perilaku yang berorientasi kelompok. Hal ini berarti perilaku individu
harus diarahkan menuju kepentingan organisasi guna mencapai tujuan organisasi
sehingga dalam perkembangan selanjutnya perilaku kelompok berkembang menjadi
perilaku organisasi.
Kelompok
didalam universitas yang terdiri dari dosen, mahasiswa, karyawan dan para
pemimpin kampus harus dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan
organisasi. Disini adalah point utama yang menyebabkan konflik dalam studi
kasus diatas. Masalah pemukulan yang dilakukan oleh dosen (seorang individu bagian
dari kelompok dosen) terhadap seorang mahasiswa (Seorang individu yang merupakan
bagian dari kelompok mahasiswa). Ini disebut juga konflik antar individu yang
ada dalam sebuah organisasi. Jelas bahwa antara dosen dan mahasiswa mempunyai
peran yang berbeda. Dosen mempunyai peranan untuk mengajar dan mendidik
mahasisawa, sedangkan mahasiswa mempunyai peranan untuk menghargai dosen dan
partisipatif aktif dalam perkulihan.
3.2.
Saran
Diharapkan dengan adanya makalah ini
para pembaca dapat lebih mengetahui dan memahami lebih lanjut mengenai perilaku
organisasi khusus nya masalah perilaku kelompok dalam organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.academia.edu/29723729/Perilaku_Kelompok_Dalam_Organisasi
http://ulfahafiatusholihah.blogspot.co.id/2012/04/contoh-kasus-perilaku-organisasi.html
